DOKUMEN TERBARU
Edukasi Kesehatan Mei 2022
Senin, 27 Juni 2022 17:28 WIB
Struktur Website
Senin, 27 Juni 2022 12:07 WIB
Sosialisasi DIGIBIKES
Minggu, 12 Juni 2022 08:40 WIB

Sejarah YKKBI

SEJARAH YKKBI

YKKBI didirikan oleh Bank Indonesia pada tanggal 25 Februari 1992, dengan kegiatan utamanya yaitu meningkatkan kesejahteraan Penerima Bantuan yang memenuhi persyaratan. Kegiatan tersebut pada mulanya dijalankan oleh unit internal Bank Indonesia yakni Seksi Pensiun dan Tunjangan Hari Tua, Bagian Kesejahteraan Sosial - Urusan Personalia, namun dengan terbitnya Undang-Undang No. 13 tahun 1968 tentang Bank Sentral yang diantaranya menyebutkan “Bank mengadakan dana pensiun dan tunjangan hari tua para pegawai Bank yang merupakan kekayaan yang dipisahkan” (Pasal 43 ayat (1)), Bank Indonesia membentuk Yayasan Dana Pensiun dan Tunjangan Hari Tua Bank Indonesia (YDPTHT-BI) pada tanggal 25 Februari 1972 yang Anggaran Dasarnya tertuang dalam Akta No. 19 tanggal 8 Maret 1972, oleh Notaris Abdul Latif. 

Maksud dan tujuan pendirian YDPTHT-BI sebagaimana disebutkan dalam Pasal 3 Anggaran Dasar YDPTHT-BI adalah:

  1. Untuk menjamin pemberian dan pembayaran pensiun dan bantuan (onderstand) serta Tunjangan Hari Tua kepada anggota-anggota Direksi dan Pegawai-Pegawai Bank Indonesia serta janda-janda dan anak-anak yatim piatu mereka yang berhak atas pensiun, bantuan (onderstand) dan tunjangan hari tua berdasarkan peraturan Dana Pensiun dan Tunjangan Hari Tua Bank Indonesia”;

  2. “Untuk hal-hal termaksud di atas (huruf a), mengelola Dana Pensiun dan Tunjangan Hari Tua Bank Indonesia”.

Dengan diterbitkannya Undang-Undang No. 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1992 No. 37 dan Tambahan Lembaran Negara No. 
34770), yang dalam Pasal 31 ayat (1) menyatakan: “Dana Pensiun tidak diperkenankan melakukan pembayaran apapun, kecuali pembayaran yang ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun”, maka YDPTHT-BI tidak dapat lagi melaksanakan pemberian dana pensiun. 


Menindaklanjuti UU tersebut, Direksi Bank Indonesia menetapkan untuk memisahkan YDPTHT-BI menjadi dua lembaga baru yakni:

  1. Dana Pensiun Bank Indonesia (DAPENBI), yang melaksanakan tugas pengelolaan dana pensiun dan pembayaran Manfaat Pensiun; dan
  2. Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia (YKKBI), yang berdasarkan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.24/100/KEP/DIR tanggal 23 Maret 1992 tentang Pembentukan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia (YKKBI) juncto Surat Keputusan Direksi Bank  Indonesia No.26/168/KEP/DIR tanggal 30 Maret 1994 tentang Perubahan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.24/100/KEP/DIR tanggal 23 Maret 1992 memiliki tugas:
    1. Melaksanakan pembayaran Tunjangan Hari Tua bagi peserta (anggota Direksi dan Pegawai BI) yang berhenti dan telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan Tunjangan Hari Tua;
    2. Memberikan pinjaman kepada peserta;
    3. Melaksanakan kegiatan-kegiatan lain yang ditetapkan kemudian oleh Direksi BI; dengan tujuan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan peserta.

Selanjutnya, tugas YKKBI serta hal-hal lain yang dituangkan dalam Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.24/100/KEP/DIR tanggal 23 Maret 1992 tersebut dituangkan dalam Anggaran Dasar YKKBI dengan Akta Pendirian No.29 tanggal 23 April 1992 yang dibuat oleh Notaris Abdul Latif. Dalam perkembangannya, Anggaran Dasar YKKBI telah mengalami perubahan dan penyesuaian sejalan dengan terbitnya Undang-Undang No.16 tahun 2001 tentang Yayasan, dengan Akta No.44 tanggal 30 Desember 2009, Akta No.29 tanggal 30 Desember 2016 dan Akta No.14 tanggal 14 November 2017, terakhir Akta No.11 tanggal 3 April 2020 yang seluruhnya dibuat oleh Notaris Budi Untung.

LOGO YKKBI

Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia (YKKBI) memiliki logo berbentuk lingkaran dengan nuansa warna biru terang yang di dalamnya terkandung inisial YKKBI. Bentuk lingkaran mempunyai arti bahwa lembaga ini didirikan dengan waktu yang tidak ditentukan lamanya (going concern) yang diharapkan terus menerus bergulir tanpa batas dalam mencapai maksud dan tujuan pendiriannya. Warna biru mengandung arti bahwa dalam kegiatannya YKKBI berusaha untuk memberikan ketentraman kepada Peserta Program baik pegawai aktif maupun para pensiunan Bank Indonesia berupa pemberian bantuan kesejahteraan. Tiga buah juring dalam lingkaran yang mengarah pada pusat lingkaran disertai tonggak berupa garis putih vertikal mencerminkan 3 jenjang organ Yayasan Logo YKKBI mempunyai satu tujuan yaitu memberikan kesejahteraan kepada para peserta program secara berkesinambungan. Garis vertikal menjulang ke atas berwarna putih adalah cerminan bahwa dalam melaksanakan tugasnya YKKBI menjunjung tinggi integritas dengan selalu mengingat kepada Sang Maha Pencipta. 

Adapun motto YKKBI adalah “KARYA - CIPTA - MANUNGGAL KARSA” yang mengandung arti bahwa dalam melaksanakan tugas sesuai dengan yang diamanahkan para Pendiri,  disertai upaya pengembangan cara mencapainya, dengan satu tujuan memberikan kesejahteraan yang baik bagi peserta program secara berkesinambungan.

Visi. Misi, dan Strategic Business Plan (SBP)

Demi mencapai visi dan misi, YKKBI menyempurnakan Strategic Business Plan (SBP) tahun 2020-2025 yang mulai efektif diimplementasikan tahun 2020 secara bertahap yang terdiri dari fase Konsolidasi (Consolidating) tahun 2020-2021, Penguatan (Strengthening) tahun 2022-2023, dan Penajaman (Sharpening) tahun 2024-2025. SBP tahun 2020-2025 dengan rancang bangun sebagai berikut.

 

 

Visi YKKBI tercantum dalam SBP tahun 2020-2025, yaitu menjadi yayasan yang terpercaya dalam menyelenggarakan Program Pelayanan Kesehatan dan Kesejahteraan bagi Penerima Bantuan secara berkesinambungan, berkualitas, dan profesional. Penerima Bantuan yang memenuhi persyaratan, terdiri dari:

  1. Karyawan dan Anggota Dewan Gubernur yang memenuhi persyaratan, untuk Bantuan Pemilikan Rumah dan fasilitas pelayanan kesehatan;
  2. Mantan Anggota Direksi, Mantan Anggota Dewan Gubernur, dan Pensiunan berikut keluarganya yang memenuhi persyaratan, untuk Bantuan Kesehatan Pensiunan.
  3. Mantan Anggota Direksi, Mantan Anggota Dewan Gubernur, Pensiunan berikut keluarganya yang memenuhi persyaratan, dan pihak ketiga untuk Bantuan Lainnya.

Di tengah berbagai tantangan dan keterbatasan yang dapat memengaruhi keberlangsungan usahanya, YKKBI tetap melaksanakan transformasi dan perencanaan strategis jangka menengah panjang yang tertuang dalam Plan 2020-2025. Transformasi tersebut ditempuh dengan pertimbangan:

  1. Tuntutan sustainabilitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan yang prima bagi penerima bantuan
  2. Tuntutan sustainabilitas keuangan yang sesuai best practice dengan risiko terukur
  3. Perlunya transformasi pengelolaan Anak Perusahaan (AP) dengan industri yang beragam, dan Properti Investasi (PI) yang prospektif
  4. Perlunya peningkatan Struktur Organisasi dan penerapan GRC (Governance, Risk Management dan Compliance) yang masih sederhana
  5. Perlunya SDM yang unggul dan tuntutan peran digitalisasi yang semakin kuat

Transformasi YKKBI dilakukan sejalan dengan Visi, Misi dan Tujuan Akhir YKKBI dalam 5 area strategis yaitu:

  1. Transformasi pelayanan kesehatan dan kesejahteraan bagi penerima bantuan
  2. Transformasi pengelolaan aset keuangan Pasar Uang dan Modal (PUM)
  3. Transformasi pengelolaan Anak Perusahaan (AP) dan Properti Investasi (PI)
  4. Transformasi Organisasi, Governance, Risk Management dan Compliance (GRC)
  5. Transformasi SDM dan Infrastruktur (Sistem, Akuntansi dan Anggaran
Call Center
icon-map Emergency

Di Luar Jam Kerja

icon-map Reimbursement

Jam 07:15 - 16.15 WIB

Senin - Jumat

icon-map Call Center AdMedika
icon-map Pendaftaran Klinik

Jam 07:15 - 16.15 WIB

Senin - Jumat

icon-map Pendaftaran MCU Klinik

Jam 07:15 - 16.15 WIB

Senin - Jumat

icon-map Pendaftaran Klinik

Jam 07:15 - 16.15 WIB

Senin - Jumat

icon-map Emergency Klinik

Jam 07:15 - 16.15 WIB

Senin - Jumat